Malam Ini
Malam ini
Aku kembali
Kembali pada perasaan ini
Perasaan yang harusnya pergi
Atau mungkin mati
Namun malam ini kembali
Posted in Puisi Kiriman • No Comments »
Malam ini
Aku kembali
Kembali pada perasaan ini
Perasaan yang harusnya pergi
Atau mungkin mati
Namun malam ini kembali
Posted in Puisi Kiriman • No Comments »
Maafkan aku bocah kecilku………..
Kau menunggu kepulanganku dari kerja hingga kau tertidur lelap
Maafkan aku bocah kecilku……….
Yang tak mendengar ceritamu di hari yang kau lalui
Maafkan aku bocah kecilku………. Baca Selengkapnya »
Posted in Puisi Kiriman • No Comments »
Kepada jiwa yang memeluk lelahku, dan kepada rindu yang menerbangkan sayapku..
kupersembahkan cinta ini…
()
”Kesedihan telah memberiku warna,
menambah teman dari yang simpatik dan kasihan serta peduli,
suasana ini juga yang menemukan arti cinta, sahabat, dan percaya diri.”
Baca Selengkapnya »
Posted in Puisi Kiriman • No Comments »
Kamu ada setelah sekian lama penantianku
setelah doa panjang yang aku panjatkan tiap malam
kamu ada setelah aku merasakan kekosongan yang mendalam
setelah aku merasa sendirian dan ditelantarkan
Aku hanya berharap hubungan ini terus ada
walaupun perbedaan menjadi jurang
walaupun persamaan menjadi batu sandungan
aku hanya butuh kamu Baca Selengkapnya »
Posted in Puisi Kiriman • No Comments »
Limosin
Masih saja kueja katamu
Sebelum pembaringan semalam aku lelapkan
Setiap kata yang kau ucapkan menjadikan
Hal patut aku pikirkan
Ada saja yang membuatku gusar
Tentangku, tentangmu, dan tentang keputusan kita
Semalam telah aku putuskan untuk memilihmu
Sawitri
Sawitri yang bersama Batara Wisnu
Mencari perburuan lakmana yang hilang dibawa
Batara Durga Baca Selengkapnya »
Posted in Puisi Kiriman • No Comments »

Sun Hadi
Ketika ku coba berbicara, tak didengarkan
Ketika ku coba bercerita, tak dipedulikan
Keberadaanku sama sekali tak diperhitungkan
Ku coba menjauh hindari kejamnya kehidupan
Agar diri tetap terjaga dalam kententraman Baca Selengkapnya »
Posted in Puisi Kiriman • No Comments »
Dinihari……….
disini………….
sendiriku menulis bait – bait suram
tak ada yang bisa diajak bicara
selain huruf – hurufku yang kerepotan bersekutu
kerepotan memaknai kusut, masai, sembab dan lantak
tapi justru itu yang menggiring aku kesini,
setelah dikepung amuk api
seringai liur sinis
sajadah basah,
dendam…ya..dendam Baca Selengkapnya »
Posted in Puisi Kiriman • No Comments »
Siapa sangka,
seribu celotehku,
tentang kemanusiaan,
kibaran bendera usang
yang gelisah pada sejuta tiang
jadi mentah,
ketika beradu argumen,
dengan kepolosan sederhana tuturmu
serupa apa aku jadinya Baca Selengkapnya »
Posted in Puisi Kiriman • No Comments »
Mari kita renung malam,
Benar aku di cumbu bayang
Kenapa engkau hanya diam…
“Apa kabar mu dengan kehidupan yang baru dua puluh sembilan hari..??? Kacau hidup ku
Aku pendosa!! tambah hina saja
Aku pendosa!! makin gila pula Baca Selengkapnya »
Posted in Puisi Kiriman • No Comments »
Bunda, lihatlah
Mei tak hanya menyuguhkan secangkir luka
Mei juga menghadiahkan perkawinan anakmu Baca Selengkapnya »
Posted in Puisi Kiriman • No Comments »