bumi dan sajak bulan
Ini waktu ketika wajahku berkalang sinar matahari sore
Aku menulis sajak di pelataran perkantoran
Tanganku berlumuran debu
Kalimat2 aku jejer di hitam aspal
Tanda baca kutancapkan di bawah lampu merah
Pohon berdaun huruf2
Tong sampah dipenuhi metafor2 aneh
Papan iklan yang menjengkelkan
Kucing slonjor garuk2 kepala di kolong angkot
Anak anjing berlari sepanjang trotoar
Buaya terbahak menepuk dada
Orang sehabis berpesta,
Bunga2 bergerombol di depan papan ucapan selamat
Yang tergeletak di pintu gerbang
Setelah penaklukan itu !
Warna bersinku jadi jingga,
Suara tawaku berwarna jagung
Di malam hari, rembulan meleleh
Seperti tembaga yang dipanaskan.

