Arsip untuk Kategori ‘Asrul Sani’

Jan 12

Sebagai kenangan kepada Amir Hamzah, penyair yang terbunuh-Asrul Sani

Senin, Januari 12th, 2009

Ciumlah pinggir kejauhan
tangan terkulai karena revolusi !
Tinggalkanlah ribaan bunda
dan mari kita iringkan desir air di pasir
nikmati tokoh perawan dan gadis penari !
Kembangkan layar ! Pelaut remaja,
Baringkanlah diri di-timbaruang
dan pandang bintang tiada tertambat di pantai (lagi…)

Tags: ,

Jan 12

Lagu Daripada Pasukan Terakhir-Asrul Sani

Senin, Januari 12th, 2009

Pada tapal terakhir sampai ke Jogja
bimbang telah datang pada nyala
langit telah tergantung suram
kata-kata berantukan pada arti sendiri.
Bimbang telah datang pada nyala
dan cinta tanah air akan berupa
peluru dalam darah
serta nilai yang bertebaran sepanjang masa
bertanya akan kesudahan ujian
mati atau tiada mati-matinya (lagi…)

Tags: ,

Jan 12

Kekasih Yang Kelu-Asrul Sani

Senin, Januari 12th, 2009

Untuk seorang sahabat

Air mata, adalah sekali ini air mata dari hati
yang mengandung durja,
Dan kelulah kekasih senantiasa berpisah
Tiadalah lagi senyum yang akan timbul karena suatu kemenangan
Habislah segala kenangan-selalu pada fajar-selalu
yang membawa harap. (lagi…)

Tags: ,

Jan 12

Elegi-Asrul Sani

Senin, Januari 12th, 2009

Ia yang hendak mencipta,
menciptalah atas bumi ini.
Ia yang akan tewas,
tewaslah karena kehidupan.
Kita yang mau mencipta dan akan tewas
akan berlaku untuk ini dengan cinta,
dan akan jatuh seperti permata mahkota
berderi sebutir demi sebutir. (lagi…)

Tags: ,