Kirim Tulisan

Judul Tulisan* :
Pilih Kategori* :
Nama: *
Email: *
Website:
Isi Tulisan* :
Tag Tulisan:
Contoh: tuhan,cinta,harapan (pisahkan dengan koma)
Upload Gambar:
Kode Verifikasi
Visual CAPTCHARefresh
Saya telah membaca Syarat dan Ketentuan

Arsip untuk Kategori ‘Sapardi Djoko Damono’

Mar 20

Perasaan para pelajar

Sunday, March 20th, 2011

Rasa penat mulai terasa
Oleh suatu materi yang tiada tersisa
Yang di dapat tak kan pernah sia-sia
Karena mencari ilmu
Kekal abadi sepanjang usia

Terkuras semua pikiran
Baca Selengkapnya..

Pengirim : Fenti Richa Rukmana

Tags: , ,

Jan 13

Perahu Kertas-Sapardi Djoko Damono

Tuesday, January 13th, 2009

Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas dan kau layarkan di tepi kali; alirnya Sangat tenang, dan perahumu bergoyang menuju lautan.

“Ia akan singgah di bandar-bandar besar,” kata seorang lelaki tua. Kau… Baca Selengkapnya..

Tags:

Jan 13

Tuan-Sapardi Djoko Damono

Tuesday, January 13th, 2009

Tuan Tuhan, bukan? Tunggu sebentar,
saya sedang ke luar..

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Tags: ,

Jan 13

Tentang Matahari-Sapardi Djoko Damono

Tuesday, January 13th, 2009

Matahari yang di atas kepalamu itu
adalah balonan gas yang terlepas dari tanganmu

waktu kau kecil, adalah bola lampu
yang di atas meja ketika kau menjawab surat-surat
yang teratur kau terima dari sebuah Alamat,

Tags: ,

Jan 13

Telinga-Sapardi Djoko Damono

Tuesday, January 13th, 2009

“Masuklah ke telingaku,” bujuknya.
……………..Gila
ia digoda masuk ke telinganya sendiri
agar bisa mendengar apa pun
secara terperinci — setiap kata, setiap huruf, bahkan letupan dan desis
yang menciptakan suara.

Tags: ,

Jan 13

Tekukur-Sapardi Djoko Damono

Tuesday, January 13th, 2009

Kautembak tekukur itu. Ia tak sempat terkejut, beberapa lembar bulunya lepas; mula-mula terpencar di sela-sela jari angin, satu-dua lembar sambar-menyambar sebentar, lalu bersandar pada daun-daun rumput. “Kena!” serumu.

Selembar bulunya ingin sekali… Baca Selengkapnya..

Tags: ,

Jan 13

Tajam Hujanmu-Sapardi Djoko Damono

Tuesday, January 13th, 2009

Tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,

Tags: ,

Jan 13

Sudah Kutebak-Sapardi Djoko Damono

Tuesday, January 13th, 2009

Sudah kutebak kedatanganmu. Seperti biasanya,
kau berkias tentang sepasang ikan yang menyambar-nyambar umpan sedikit demi sedikit,
menggosok-gosokkan tubuh di karang-karang,
menyambar, berputar-putar membuat lingkaran,
menyambar, mabok membentur batu-batuan.Baca Selengkapnya..

Tags: ,

Jan 13

Sihir Hujan-Sapardi Djoko Damono

Tuesday, January 13th, 2009

Hujan mengenal baik pohon, jalan, dan selokan
….swaranya bisa dibeda-bedakan;
kau akan mendengarnya meski sudah kaututup pintu dan jendela.
Meskipun sudah kau matikan lampu.

Tags: ,

Jan 13

Setangan Kenangan-Sapardi Djoko Damono

Tuesday, January 13th, 2009

Siapakah gerangan yang sengaja menjatuhkan setangan di lorong yang berlumpur itu. Soalnya, tengah malam ketika seluruh kota kena sihir menjelma hutan kembali, ia seperti menggelepar- gelepar ingin terbang menyampaikan pesan kepada Rama… Baca Selengkapnya..

Tags: ,