Arsip untuk Kategori ‘Sutardji Calzoum Bachri’
Jan 13
Tuesday, January 13th, 2009
Walau penyair besar
takkan sampai sebatas allah
dulu pernah kuminta tuhan
dalam diri
sekarang tak
kalau mati
mungkin matiku bagai batu tamat bagai pasir tamat
tujuh… Baca Selengkapnya..
Tags: Walau, Walau Sutardji Calzoum Bachri
Posted in Sutardji Calzoum Bachri •
No Comments »
Jan 13
Tuesday, January 13th, 2009
aku bawakan bunga padamu
tapi kau bilang masih
aku bawakan resahku padamu
tapi kau bilang hanya
aku bawakan darahku padamu
tapi kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku padamu
Tags: Tapi, Tapi Sutardji Calzoum Bachri
Posted in Sutardji Calzoum Bachri •
No Comments »
Jan 13
Tuesday, January 13th, 2009
Tanah airmata tanah tumpah dukaku
mata air airmata kami
airmata tanah air kami
di sinilah kami berdiri
menyanyikan airmata kami
Tags: Tanah air mata
Posted in Sutardji Calzoum Bachri •
1 Comment »
Jan 13
Tuesday, January 13th, 2009
sepisau luka sepisau duri
sepikul dosa sepukau sepi
sepisau duka serisau diri
sepisau sepi sepisau nyanyi
Tags: Sepisaupi
Posted in Sutardji Calzoum Bachri •
No Comments »
Jan 13
Tuesday, January 13th, 2009
Di lereng lereng
para peminum
mendaki gunung mabuk
kadang mereka terpeleset
jatuh
dan mendaki lagi
memetik bulan
di puncak
Tags: Para peminum
Posted in Sutardji Calzoum Bachri •
No Comments »
Jan 13
Tuesday, January 13th, 2009
Dukaku dukakau dukarisau dukakalian dukangiau
resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian
raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian
mauku maukau mautahu mausampai maukalian maukenal maugapai
Tags: Dukaku, O, waswasku
Posted in Sutardji Calzoum Bachri •
No Comments »
Jan 13
Tuesday, January 13th, 2009
Suatu gang panjang menuju lumpur dan terang tubuhku mengapa
panjang. Seekor kucing menjinjit tikus yang menggelepar
tengkuknya. Seorang perempuan dan seorang lelaki bergigitan.
Tags: Ngiau
Posted in Sutardji Calzoum Bachri •
No Comments »
Jan 13
Tuesday, January 13th, 2009
Lima percik mawar
tujuh sayap merpati
sesayat langit perih
dicabik puncak gunung
sebelas duri sepi
dalam dupa rupa
tiga menyan luka
mengasapi duka
puah!
kau jadi Kau!
Kasihku
Memahami Puisi, 1995
Mursal Esten
Tags: Mantera
Posted in Sutardji Calzoum Bachri •
2 Comments »
Jan 13
Tuesday, January 13th, 2009
Di cafe jalanan Noventa Y Sieta, Medellin, Columbia
kami mengepung bulan
dan mereka yang mendengarkan puisi kami
mencoba menaklukkan bulan dengan cara mereka
berkomplot dengan anggur daun cerbeza
bersekongkol dengan gadisgadis
memancing bulan dengan keluasan dada
Tags: La Noche de Las Palabras
Posted in Sutardji Calzoum Bachri •
No Comments »
Jan 13
Tuesday, January 13th, 2009
Ngiau! Kucing dalam darah dia menderas
lewat dia mengalir ngilu ngiau dia bergegas lewat dalam aortaku dalam rimba
darahku dia besar dia bukan harimau bukan singa bukan hiena bukan leopar
Baca Selengkapnya..
Tags: Kucing
Posted in Sutardji Calzoum Bachri •
No Comments »