Arsip untuk Kategori ‘WS Rendra’
Jan 08
Thursday, January 8th, 2009
Inilah sajakku,
seorang tua yang berdiri di bawah pohon meranggas,
dengan kedua tangan kugendong di belakang,
dan rokok kretek yang padam di mulutku.
Aku memandang zaman.
Aku… Baca Selengkapnya..
Tags: Sajak seorang tua di bawah pohon
Posted in WS Rendra •
No Comments »
Jan 07
Wednesday, January 7th, 2009
Seonggok jagung di kamar
dan seorang pemuda
yang kurang sekolahan.
Memandang jagung itu,
sang pemuda melihat ladang;
ia melihat petani;
ia melihat panen;
dan suatu hari subuh,
para wanita dengan gendongan
pergi ke pasar ………
Tags: Sajak seonggok jagung
Posted in WS Rendra •
No Comments »
Jan 07
Wednesday, January 7th, 2009
Menenggak bir sebotol,
menatap dunia,
dan melihat orang-orang kelaparan.
Membakar dupa,
mencium bumi,
dan mendengar derap huru-hara.
Hiburan kota besar dalam semalam,
sama dengan biaya pembangunan sepuluh desa !
Peradaban apakah yang kita pertahankan ?
Tags: Sajak sebotol bir
Posted in WS Rendra •
No Comments »
Jan 07
Wednesday, January 7th, 2009
Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka
Matahari terbit.
Fajar… Baca Selengkapnya..
Tags: Sajak sebatang Lisong
Posted in WS Rendra •
No Comments »
Jan 07
Wednesday, January 7th, 2009
Murid-murid mengobel klentit ibu gurunya
Bagaimana itu mungkin ?
Itu mungkin.
Karena tidak ada patokan untuk apa saja.
Semua boleh. Semua tidak boleh.
Tergantung pada cuaca.
… Baca Selengkapnya..
Tags: Sajak SLA
Posted in WS Rendra •
No Comments »
Jan 07
Wednesday, January 7th, 2009
Sebab percaya akan keampuhan industri
dan yakin bisa memupuk modal nasional
dari kesenian dan keindahan alam,
maka Bali menjadi obyek pariwisata.
Betapapun :
tanpa basa-basi keyakinan seperti itu,
Bali harus dibuka untuk pariwisata.
Tags: Sajak Pulau Bali
Posted in WS Rendra •
No Comments »
Jan 07
Wednesday, January 7th, 2009
Tanggal lima belas tahun rembulan.
Wajah molek bersolek di angkasa.
Kemarau dingin jalan berdebu.
Ular yang lewat dipagut naga.
Burung tekukur terpisah dari sarangnya.
Kepada rekannya berkatalah… Baca Selengkapnya..
Tags: Sajak potret keluarga
Posted in WS Rendra •
2 Comments »
Jan 07
Wednesday, January 7th, 2009
Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.
Lalu kini ia dua… Baca Selengkapnya..
Tags: Sajak pertemuan Mahasiswa
Posted in WS Rendra •
1 Comment »
Jan 07
Wednesday, January 7th, 2009
(Untuk puteraku, Isaias Sadewa)
Ketika maut mencegatnya di delapan penjuru.
Sang ksatria berdiri dengan mata bercahaya.
Hatinya damai,
di dalam dadanya yang bedah dan berdarah,
karena ia telah… Baca Selengkapnya..
Tags: Sajak peperangan Abimanyu
Posted in WS Rendra •
No Comments »
Jan 07
Wednesday, January 7th, 2009
Karena kami makan akar
dan terigu menumpuk di gudangmu
Karena kami hidup berhimpitan
dan ruangmu berlebihan
maka kami bukan sekutu
Karena kami kucel
dan kamu gemerlapan
Baca Selengkapnya..
Tags: Sajak orang kepanasan
Posted in WS Rendra •
No Comments »