debu dan debu
Debu dan Debu
Debu adalah benda halus
Sebuah benda yang tak pernah bicara
Ia ditakdirkan hadir dengan mulut terkunci
Ia hanya bicara dengan bahasa debu
Tapi ia juga sumber inspirasi bagi yang terjaga
Dan sekaligus ‘penggores’ bagi hidup kita
Itulah debu
Debu dan debu
***
DI DALAM hidup kita hampir tak pernah mendialogkan benda satu ini. Padahal debu mengengelilingi lingkungan kita. Ia bahkan sangat dekat dalam kehidupan kita. Coba kita lihat setiap sudut rumah, hampir dilumuri debu. Di ruang tamu, di atas meja, di kaca jendela bahkan di wajah kita debu kadang membuat kita gerah.
Tapi ada satu yang membuat kita meringis kesakitan ketika sebutir debu menyelinap masuk ke wilayah mata. Rasa sakit dan perih akan menjalar ke wilayah tubuh lainnya. Dan pada saat itu, pikiran dan hati menjadi terganggu. Kadang kita mengeluarkan kata-kata dengan nada mengeluh dan bahkan menyalahkan Tuhan.
Padahal sesungguhnya, debu itu masuk kedalam mata kita, mungkin karena tak pernah mensyukuri nikmat Tuhan yang selama bertahun-tahun dititipkan kepada kita. Pernahkah kita mengucapkan Alhamdulillah ketika melihat pemandangan indah ? Pernahkah kita mengucapkan terima kasih kepada Tuhan ketika melihat istri dan anak-anak kita yang cantik ? Pernahkah kita mengucapkan terima kasih pada Tuhan dari kedipan mata setiap detik ?
Andaikata misalnya, Tuhan mengunci kedipan mata kita karena tidak pernah berterima kasih padaNya, apa yang terjadi ? Hanya Tuhan yang Maha tahu.
Tapi dalam dimensi lain, ‘debu halus’ bisa bermakna lain. Debu ini akan menjadi sebuah bencana jika menggerogoti hati. Ia akan melahirkan banyak penyakit di dalam tubuh. Apakah itu ? Dosa ! Dosa yang tampak maupun tersebunyi adalah sekumpulan debu yang seharusnya menjadi musuh kita.
Karena itu, renungan kita adalah bagaimana mengelola ‘debu halus’ ini menjadi cahaya. Sebab membiarkan banyak debu bertumpuk-tumpuk dalam hati, pada akhirnya hidup ini akan menjadi suram, serba sulit, serba tertekan dan akhirnya stress dan depresi.
Apa rersepnya ? Banyaklah beristigfar. Setiap melakukan kesalahan dan dosa cepartlah introspeksi diri dan bertobat. Jangan biarkan debu (dosa) membelenggu hati kita. Itu saja ! *

