Kerendahan Hati-Taufiq Ismail
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri..


September 16th, 2009 at 19:47
Teringat saat seorang sahabat saya mendeklamasikan puisi ini.
Dia membawakannya dengan penuh semangat,diberi pengharum dengan penghayatan diri sempurna.
Dan puisi ini membawa saya ke alam yang berbeda. Menuju alam sederhana.
June 29th, 2010 at 07:19
Saya rekatkan puisi ini di dinding kamar. Sekedar pengingat, bahwa saya tetap dapat bermanfaat cukup dengan menjadi diri saya. Agar tak menangis darah saya menggunakan jubah lain yang kebesaran.
September 5th, 2010 at 10:38
dengan semua kerendahan hati itu mengajarku untuk tetap melangkah dan menatap dengan optimis, dengan kesederhanaan
September 6th, 2010 at 00:59
kerendahan hati menjadikan dasar dari sebuah hati.menuju jati diri dan kesuksesan
March 30th, 2011 at 05:44
Coba bandingkan sajak di atas dengan karya : Douglas Maloch (1877 – 1938), “Be The Best Of Whatever You Are”. Link-nya: http://www.masonic-poets-society.com/Malloch.htm#BeTheBestOfWhateverYouAre. Bagaimana pendapat Anda?
October 18th, 2011 at 18:10
itu bukan puisi taufiq ismail dan beliau tidak pernah mengakuinya sebagai karyanya. itu hanya kesalahan seorang penulis buku BSE yg menyatakan bahwa puisi tersebut karya taufiq ismail.
November 23rd, 2011 at 15:32
dale charnergie….