Kirim Tulisan

Judul Tulisan* :
Pilih Kategori* :
Nama: *
Email: *
Website:
Isi Tulisan* :
Tag Tulisan:
Contoh: tuhan,cinta,harapan (pisahkan dengan koma)
Upload Gambar:
Kode Verifikasi
Visual CAPTCHARefresh
Saya telah membaca Syarat dan Ketentuan
Jun 14

senandung pagi dan akulah malam

Posted on June 14th, 2012 by by admin

SENANDUNG PAGI

embun pagi melantungkan syairnya
tentang kerinduan pada rembulan
yang tak pernah lagi datang menyapa
apalagi membisikkan kata cinta

“rembulan, di pagi ini aku masih setia menunggumu…
menunggu sampai sang surya berlabuh di tepi malam
kuharap datanglah… bisikkan kata cinta seperti dulu !”kata
embun pagi

pagi, siang sampai sang surya menepi
bisikan kata cinta sang rembulan tak pernah datang

“rembulan, di manakah engkau bersembunyi…?
tahukah bibir ini, hati ini, tak kuasa lagi menahan hasrat
yang telah lama terpendam di relung sukmaku
datanglah….datanglah, jenguklah……
detik ini aku menunggumu……, “harap embun pagi

rembulan pun datang
tapi ia tak membisikkan kata cinta

“embun pagi, aku datang dengan cahaya senyap
aku telah lama tak gairah ……
izinkan aku menjauh dari sisimu
dan tak akan kembali lagi walau air matamu
habis menetes …, “kata rembulan

ia pun lalu pergi entah kemana
dan hanya menitipkan selembar kertas yang terulis:
gairah yang beku……

embun pagi terpana membacanya
air matanya menetes deras
dan ia pun lunglai

hatinya berkecamuk
penuh goresan luka dan duka

ia pun mengambil secarik kertas
lalu menulis: gairahku pun beku ….. !

disekelilingnya..
hembusan angin tak mampu menyadarkannya
ia tetap terpaku dalam kesepiannya

Tarakan, 14-6-2012 (pkl 7.00 wita)
AKULAH MALAM

akulah malam yang mengembara
dari puncak sunyi ke puncak sepi
dari puncak hening ke puncak senyap
menjemput kerinduan yang terasing
dari belantara cinta

akulah malam yang mengembara
dari puncak galau ke puncak resah
dari puncak lelah ke puncak letih
menjemput kehangatan cinta
di kedalaman sukmamu

di sini….
kumenunggumu
bersama embun cinta
yang setia menemaniku
hingga fajar mulai merekah
di bibirku yang terkatup

Tarakan, 12-6-2012 (pkl 22.25 wita)
DO’A MALAM RABU

tuhan
malam ini aku larut dalam canda
karena seharian dibalut ketegangan
izinkan aku tafakkur dalam heningku
mengakui kekhilafanku
maafkan
maafkan
maafkan daku

Tarakan, 12-6-2012 (pkl 22.30 wita)

Pengirim : Muh. Amir Jaya

Tags:

Kirim artikel ke Lentera Hati
Dapatkan backlink gratis dengan mengirimkan artikel beserta alamat blog anda ke lenterahati.web.id
Bergabung dengan Lentera Hati di Social Bookmark
Berlangganan artikel melalui Email
Silahkan masukan alamat email, untuk membaca setiap artikel terbaru lenterahati.web.id langsung dari inbox email anda

Tinggalkan Komentar di senandung pagi dan akulah malam

CommentLuv badge