Sepenggal kisah dari Ponggatan
*Diambil dari kisah nyata hari ini dengan beberapa perubahan yang disesuaikan… Hehe, kayak infotainment. Tapi yang ini tanpa mengubah esensi ko
*** Bang Jaka. Sebut saja namanya begitu. Entah apa kepanjangannya, atau nama aslinya. Pokoknya Jaka saja. Titik. Habis perkara. Siang itu cuaca yang sangat menyengat di ubun-ubun kepala terasa sangat menggerahkan kota Ponggatan, sebuah kota modern yang hanya ada di negeri dongeng.
Tertata rapi. Bersih. Sebagian besar manusia di dalamnya memilih untuk tetap tinggal di ruang ber-AC yang nyaman dalam gedung-gedung tinggi pencakar langit. Dingin dan kaku. Namun lelaki kurus legam yang bernama Jaka ini tampak tidak terlalu terganggu dengan teriknya matahari. Matanya tetap awas memandangi parkiran di depan gedung biru. Dia tidak mencari seseorang, namun mencari banyak orang yang akan dipilihnya satu orang secara acak. Definisi pencarian yang aneh memang…
Bang Jaka dan kawan-kawan melakukan pencarian ini tanpa pernah mengenal teori probabilitas atau semacamnya. Dan probabilitas siang itu bang Jaka jatuhkan pada seorang lelaki muda berpakaian biru yang baru saja berjalan keluar dari gedung biru. Mungkin alasan pemilihan bang Jaka kali ini adalah karena biru di atas biru tampak serasi, haha.
Bang Jaka berprofesi sebagai tukang ojeg. Motornya melaju rapi di jalanan yang terik, dengan lelaki berbaju biru duduk di belakangnya. Tiba-tiba saja bang Jaka mengajak penumpangnya bicara, “Manusia hilir mudik itu penuh rahasia ya, mas. Tapi saya heran, ko saya yang tidak pernah shalat bisa sering ketemu orang-orang baik…”. Lelaki berbaju biru dibelakangnya tidak paham dengan baik apa yang bang Jaka bicarakan.
Maka lelaki ini hanya berujar pendek, “Oh…”. Bang Jaka tidak peduli, dia melanjutkan ceritanya bahwa profesi ini baru dijalaninya selama 2 bulan terakhir. Sebelumnya, dia adalah tangan kanan seorang ‘bos baik hati’ pemilik pabrik boneka terbesar di negeri dongeng. Namun belakangan dia mulai resah dengan kebiasaan ‘bos baik hati’ ini yang sering minum-minum dan bolak-balik membawa wanita ke kediaman pribadinya. Sebagai tangan kanan, salah satu tanggung jawabnya adalah mengantar boneka-boneka cantik ini hingga ke hadapan ‘bos baik hati’ yang mungkin tidak pernah puas dengan ribuan boneka yang diproduksi sendiri dengan label ‘made in Italy’ yang dikeluarkan pabriknya setiap hari. Mulanya bang Jaka jalani ini dengan ketaatan penuh. Toh bukan aku yang berbuat dosa, pikirnya. Hingga suatu hari…tiba-tiba saja, dia memutuskan keluar. Sang ‘bos baik hati’ tentu kaget. Lebih kaget dibandingkan ketika melihat boneka cantik dari india yang pernah diantarkan bang Jaka. “Kamu sudah saya anggap anak sendiri. Apakah saya pernah mengabaikan hak-mu?” Bang Jaka tidak bisa menjawab. Bahkan dia tak bergeming ketika ditawarkan kenaikan gaji dan fasilitas.
Pengunduran diri berarti tanpa pesangon. Tapi bang Jaka tak peduli. Hari itu dia hanya ingin berhenti. Semua cerita itu kini terlupa. Bang Jaka sudah mulai terbiasa mangkal di depan gedung biru mengincar calon penumpang yang bisa dia antarkan hingga ke tujuan. Selain penumpangnya berpakaian macam-macam seperti baju boneka yang biasa dia lihat dulu di pabrik, karakter penumpang pun beragam. Ada yang dingin. Ada yang memberikan kelebihan kembaliannya. Ada yang pelit hingga menagih gopek-an terakhir yang tak ada. Ada yang cerewet. Dan lain sebagainya.
Siang ini adalah kamis di bulan rajab. Dan bang Jaka sedang belajar puasa. “…biar tidak bolong-bolong lagi nanti ketika ramadhan, membayar yang lalu…” ujarnya kalem ketika diledek teman-teman sesama tukang ojeg. Bang Jaka pun mulai belajar shalat. Belum 5 waktu, tapi sedikit demi sedikit mulai teratur. Bang Jaka terus melaju dengan motor dan cerita yang ditelan bisingnya deru jalanan. Bang Jaka tidak peduli ceritanya itu ada yang mendengar atau tidak. Dia melanjutkan perkataanya yang seolah ditujukan pada dirinya sendiri. “Iya, saya ini banyak dosa. Saya tidak tahu apakah orang yang selalu saya antar pergi dan pulang itu membayar dengan uang halal atau uang haram. Saya cuma ingin Allah mengampuni saya yang pernah salah tempat kerja”, ucap bang Jaka. Tercekat. Dia mengucapkan itu dengan sepenuh hatinya. Sang lelaki penumpang tentu saja tidak mendengar apa yang bang Jaka ucapkan. “Berhenti di depan ya, bang”, ujar si lelaki berbaju biru. Bang Jaka melambatkan laju motornya dan berhenti. “Ok, tidak usah bayar ya”, bang Jaka langsung menjalankan motornya. “Lho? Sebentar bang ini ada ko uangnya”, seru panik si lelaki sambil merogoh saku celananya. Motor berhenti sebentar, “Ini bulan Rajab. Saya mau sedekah, sekali saja setiap hari. Itu janji saya. Ok, saya pamit”. Motor bang Jaka pun menghilang. Si lelaki berbaju biru ternganga depan rumahnya. Bingung harus berbuat apa… Untuk bang Jaka yang sebenarnya, terima kasih
Dikrim oleh : Celine Qoniah




![[Ask]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/ask.png)
![[BlogBookmark]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/blogbookmark.png)
![[Bloglines]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/bloglines.png)
![[del.icio.us]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png)
![[Digg]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png)
![[Facebook]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/facebook.png)
![[Friendsite]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/friendsite.png)
![[Google]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/google.png)
![[LinkedIn]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/linkedin.png)
![[MySpace]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/myspace.png)
![[Reddit]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/reddit.png)
![[StumbleUpon]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/stumbleupon.png)
![[Technorati]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/technorati.png)
![[Twitter]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png)
![[Windows Live]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/windowslive.png)
![[Yahoo!]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/yahoo.png)
![[Email]](http://lenterahati.web.id/wp-content/plugins/bookmarkify/email.png)