Jan 13
Posted on January 13th, 2009 by by admin
Tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan
deras dinginmu
sembilu hujanmu
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
Tags: Tajam hujanmu Tajam Hujanmu Sapardi Djoko Damono
This entry was posted
on Tuesday, January 13th, 2009 at 11:05 and is filed under Sapardi Djoko Damono.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
Kirim artikel ke Lentera Hati
Dapatkan backlink gratis dengan mengirimkan artikel beserta alamat blog anda ke lenterahati.web.id
Bergabung dengan Lentera Hati di Social Bookmark
Berlangganan artikel melalui Email
Silahkan masukan alamat email, untuk membaca setiap artikel terbaru lenterahati.web.id langsung dari inbox email anda