Kirim Tulisan

Judul Tulisan* :
Pilih Kategori* :
Nama: *
Email: *
Website:
Isi Tulisan* :
Tag Tulisan:
Contoh: tuhan,cinta,harapan (pisahkan dengan koma)
Upload Gambar:
Kode Verifikasi
Visual CAPTCHARefresh
Saya telah membaca Syarat dan Ketentuan
Jul 16

tukang parkir-sajak muh amir jaya

Posted on July 16th, 2012 by by admin

TUKANG PARKIR

Di sudut pasar THM
Setiap detik ia berkelahi dengan matahari
Sejak pagi hingga petang
Ia tak mengenal lelah
Tak mengenal gerah
Mengatur satu demi satu roda dua
Yang berbaris seperti semut tak beraturan

Dengan tubuh cacat
Sesekali menyeka keringatnya yang mengucur
Didorongnya kembali satu demi satu roda dua
Yang diparkir pemiliknya tak beraturan

Semangatnya tak pernah padam
Berkelahi dengan matahari
Demi perut bidadari dan buah hatinya
Yang setia menunggu di gubuk reotnya

Ia paham, hidup adalah perjuangan
Ia paham, hidup adalah pengabdian kepadaNya
Maka ketika azan berkumandang
Ia segera menyeret tubuhnya ke musalla
Sujud dan bersimpuh kepadaNya
Ia tak pernah tahu
Kapan berhenti berkelahi dengan matahari
Kapan ia merdeka dari ketakberdayaan
Tapi hari ini ia tahu
Tangan yang cacat menjadi kekar
Membawakan uang receh (duapuluh ribu rupiah)
Buat bidadari dan buah hatinya
Yang setia menunggu di gubuk reot

Tarakan, 17 Juli 2012.

Pengirim : muh amir jaya

Tags:

Kirim artikel ke Lentera Hati
Dapatkan backlink gratis dengan mengirimkan artikel beserta alamat blog anda ke lenterahati.web.id
Bergabung dengan Lentera Hati di Social Bookmark
Berlangganan artikel melalui Email
Silahkan masukan alamat email, untuk membaca setiap artikel terbaru lenterahati.web.id langsung dari inbox email anda

Tinggalkan Komentar di tukang parkir-sajak muh amir jaya

CommentLuv badge