Aug 10
Posted on August 10th, 2009 by by admin
Sampaikan kepada angin yang tak pernah diam
aku adalah potongan peristiwa yang dibiarkan meredup dian yang mengecil meluruh seluruh sukma yang tersiksa langkahku menyusur tebing terjal licin aku adalah potongan rencana yang dilupakan
seluruh yang luruh itu lenyap dengan sekali hempas angin aku menguap bahkan belum kulitku merasanya belum pula sempat kuteriak sampaikan kepada darah yang sia-sia
aku adalah sepotong jiwa yang disia-sia sejatinya aku ingin menangis karenanya
Dikirim oleh : Yenong
This entry was posted
on Monday, August 10th, 2009 at 20:04 and is filed under Puisi Kiriman.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
Kirim artikel ke Lentera Hati
Dapatkan backlink gratis dengan mengirimkan artikel beserta alamat blog anda ke lenterahati.web.id
Bergabung dengan Lentera Hati di Social Bookmark
Berlangganan artikel melalui Email
Silahkan masukan alamat email, untuk membaca setiap artikel terbaru lenterahati.web.id langsung dari inbox email anda